Rabu, 12 Februari 2014

Akhirnya Kutemukan Kebenaran

Just Nation and Character Building November 28th, 2013 at 10:17 pm
Posted by Mohammad Adib in Philosophy, Philosophy of Science Oleh Kelompok 8: Anisaul Makarimah (3030), Baiq Qamariyah (3008), Indah Istiqoma R. P (3001), Khaula Ali Badjree (3040), Prodi : ILMU GIZI Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIVERSITAS AIRLANGGA. “…Tak terasa 100 menit berlalu dengan cepat, itu berarti kami harus berpisah dengan dosen filasafat panutan kebenaran kami. Paparan kata demi kata yang beliau rangkai menjadi suatu untaian kalimat yang memberi kesan excellent bagi para mahasiswa S1 Ilmu Gizi yang kala itu mendengarkan secara langsung untaian kalimat tersebut menari riang di telinga. Benar-benar pertemuan yang memberikan amunisi semangat pada pagi yang mendung. Sering kali kita menganggap remeh dengan suatu kata padahal sesungguhnya ia memiliki kekuatan yang sungguh dahsyat, seperti halnya filsafat. Dosen favorite yang penuh dengan charisma dan kewibawaannya saat mengajar, beliau adalah Drs. Moh. Adib, M. A. Sosok dosen yang selalu menjadi inspirasi bagi para mahasiswanya dengan pikiran kritis dan tepat sasaran pada objek pembahasan. Beliau benar-benar membuka dunia baru bagi kami, mahasiswa S1 Ilmu Gizi karena beliau mengajak kami untuk melihat sisi lain dari apa yang biasa kami lihat. Dari beliau seakan filsafat ilmu menunjukkan sisi ’spektakuler’ dari dirinya, yang mungkin selama ini tersirat hingga hanya orang-orang excellent lah yang peka untuk membuatnya berkilau bagai berlian. Kekuatan kefilsafatan yang ada dalam diri dosen tauladan yang begitu cerdas ini mampu membuatnya bersinar bagai mutiara. Sungguh dahsyat kekuatan dari filsafat ilmu hingga mampu melakukan hal tersebut. So, Why you not study or explore philosophy ? Are you desire to know what a brilliant power of philosophy ? Let’s change you mindset and open your mind then we can shine like as a pearl!. Banyak sekali ilmu yang bermanfaat di dapatkan pada pagi ini dan kebenaran yang sangat di butuhkan untuk kedepan.”
Pagi yang mendung, yang menghiasi kota Surabaya bagian barat tak menyurut kan semangat kami untuk kuliah hari ini. Selasa, 19 november 2013 merupakan pertemuan keseembilan kelas ilmu gizi dengan mata kuliah filsafat ilmu. Waktu berjalan begitu cepat, seakan baru kemarin mengalami ospek bagi seluruh mahasiswa baru namun kini telah melewati pertengahan kuliah. Meskipun hawa dingin yang menyelimuti pagi hari ini, namun tidak membuat menjadi malas, karena pertemuan ini kami membahas topik yang dapat menghangatkan ruangan kuliah. Teori-teori kebenaran ilmu pengetahuan itulah topik yang mengahangatkan suasana kelas hari ini. Tidak hanya itu yang membuat kelas menjadi hangat, karena dosen yang hebat dan calon-calon orang hebat ada di dalam RK 4C.
Tepat pukul 07.00 dosen filsafat ilmu yang menyalurkan aura positif, religius dan yang membawa kebenaran ilmu memulai mata kuliah filsafat ilmu hari ini. Kereligiusan beliau tergambarkan dengan kebiasaannya dalam memulai sesuatu dengan ucapan Al-Fatihah bagi yang beragama islam serta agama lainnya mengikuti sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka. Beliau melanjutkan dengan mengucapkan rasa syukur, inilah sisi baik yang patut kami apresiasi dan kami contoh dari beliau. Usai menyampaikan rasa syukur, beliau memberikan pembukaan untuk pertemuan kali ini. Sedikit penjelasan tentang topik “Teori – teori kebenaran ilmu pengetahuan” namun memberikan banyak pengetahuan tentang kebenaran.
Pembahasan materi hari ini mengerucut pada konsep atau definisi, jenis-jenis kebenaran, serta contoh kasus pada teori-teori kebenaran ilmu pengetahuan tersebut. Kebenaran ilmu pengetahuan bersumber pada (i) rasional, (ii) Pengalaman Indra, (iii) observasi, (iv) intuisi, (v) wahyu, (vi) keyakinan. “The truth is created by the God” teori wahyu dari teolog. Kita sendiri sebagai manusia mengerti bahawa kita/ manusia adalah makhluq yang tidak akan puas terhadap sesuatu yang mereka miliki. Sehingga mereka memiliki rasa-rasa keingintahuan yang cukup tinggi terhadap sesuatu yang mereka pikirkan. Rasa keingintahuan yang dimiliki manusia itu membuat manusia menjadi sosok atau makhluq yang ingin mencari suatu kebenaran. Yang mana manusia sebagai makhluk yang mencari kebenaran akan mendapatkan 3 ekstensi yaitu, filsafat, ilmu pengetahuan dan agama. Agama disini menghantarkan pada kebenarannya, sedangkan filsafat membuka jalan untuk kebenaran itu sendiri, dan yang terakhir adalah ilmu pengetahuan adalah hakekatnya kebenaran itu sendiri. Dalam hal ini kita sebagai mahasiswa terutama yang ada dalma prodi S1 Ilmu Gizi di Universitas Airlangga, maka kita harus mencari kebenaran tentang ilmu gizi yang ada.
Pada hari ini kelompok tujuh mempresentasikan tentang Terori-teori Kebenaran Ilmu Pengetahuan dalam Ilmu Gizi”. Ilmu gizi adalah ilmu yang memepelajari tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan makanan,terutama kandungan yang ada di dalamnya. Ilmu gizi juga berhubungan dengan kesehatan tubuh dan perkembangan yang akan didapatkan oleh tubuh dari mengkonsumsi makanan tertentu.
Untuk menguji kebenaran dari suatu ilmu, hendaknya kita meninjau dari beberapa teori kebenaran. Dalam buku pendoman filsafat ilmu di kelas ilmu gizi yaitu buku yang berjudul ” Filsafat Ilmu ontologi, epistemologi, aksiologi dan logika ilmu pengetahuan” yang di tulis oleh Drs. H. Mohammad Adib, MA. Bahwa ilmu, dalam menemukan kebenaran, menyandarkan dirinya kepada kriteria atau teori kebenaran, terdapat tujuh teori antara lain: (i) koherensi, (ii) korespondensi, (iii) positivistik, (iv) pragmatik, (v) esensialisme, (vi) kontruktivisme, dan (vii) religiusisme. Ketujutuh teori ini merupakan eksistensi dari hubungan antara agama, ilmu pengetahuan, dan filsafat.
Untuk yang pertama mengenai teori koherensi, teori koherensi yaitu teori yang membahas tentang kebenran suatu pernyataan, gagasan, ilmu pengetahuan atau satu kejadian dengan menghubungkan dengan pernyataan, gagasan, ilmu pengetahuan, atau kejadian yang telah memiliki kebenaran yang sahih, sehingga gabungan kedua pernyataan tersebut memiliki nilai kebenaran yang benar – benar sahih dan dapat dibuktikan secara logis sesuai dengan kebutuhan dari logika. Teori koherensi ini juga dapat kita hubungkan dan kaitkan dengan ilmu yang kita tekuni saat ini yaitu ilmu gizi. Ketika kita mencari sebuah kebenaran dalam permasalahan ilmu gizi kita dapat mengaplikasikan teori ini kedalam penelitan atau permasalahan yang sedang kita hadapi. Misalnya saja tentang dua pernyataan disini, pernyataan pertama yaitu buah toat yang mengandung vitamin A, pernyataan kedua yaitu buah tomat memiliki warna merah.kedua pernyataan diatas sama – sama memiliki nilai kebenaran. Namun dari kedua pernyataan diatas kita dapat menarik kesimpulan yang benar – benar sahih yaitu buah tomat berwarna merah dan memiliki kandungan vitamin A. kesimpulan diatas telah bernilai benar dan logis serta dapat memenuhi kebutuhan logika.
Kedua yaitu teori korespondensi adalah teori kebenaran yang memiliki nilai kebenaran apabila proposisi bersesuaian dengan reliatas yang menjadi objek dari pengetahuan tersebut. Yang ketiga yaitu teori positivisme merupakan cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Teori ini di rintis oleh August Comte (1798-1857) yang dikenal bapak sosiologi barat. Sedangkan yang keempat adalah teori pragmatisme merupakan teori kebenaran yang mendasarkan diri kepada kriteria tentang fungsi atau tidaknya suatu pernyataan dalam lingkup ruang dan waktu tertentu.teori yang kelima yaitu teori esensialisme, teori esensialisme merupakan pendidikan yang didasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Teori esensialisme muncul pada zaman Renaissance. Teori selanjutnya adalah teori konstruktivisme, teori konstruktivisme merupakan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Teori ini dianggap berusaha menghilangkan aspek power dalam memahami nilai. Dan teori yang terakhir adalah teori religiusisme, teori religiusisme merupakan teori religius yang kebenarannya secara ontologis dan aksiologis bersumber dari sabda Tuhan yang disampaikan melalui wahyu.
Ketujuh teori kebenaran ilmu pengetahuan telah selesai dijelaskan dan dipresentasikan oleh teman – teman kelompok tujuh dan didamping oleh dosen spektakuler kita bapak adib. Saat tiba pada sesi pertanyaan ada beberapa pertanyaan yang muncul karena keingintahuan kita untuk memperdalam beberapa hal. Menurut dari kelompok tujuh ada dua teori yang ideal untuk kebenaran ilmu yaitu teori religiusisme dan teori konstruktivisme. Kedua teori ini memiliki nilai kebenaran yang falid jika dipandang dari dua sudut yang berbeda. Menurut bapak Adib semua teori yang ada sama – sama memiliki nilai kebenaran yang sempurna, namun hal ini juga harus kita perhatikan dari sudut apa kita memandangnya. Kita juga diharuskan mengidentifikasi benar itu apa dan kebenaran itu apa, semua teori benar tergantung pada konteksnya. Pertanyaan mengenai mitos yang masih berkembang di dalam masyarakat. Menurut kelompok tujuh, salah satu teman dan pak Adib, untuk menghadapi mitos yang berkembang di masyarakat yang belum tahu kebenarannya, maka kita harus tahu bagaimana mengubah mitos tersebut. Yaitu dengan cara penelitian. Mitos tidak bias dihilangkan secara langsung karena hal tersebut telah menjadi darah daging yang terikat pada kebiasaan dan tingkah laku di masyarakat. Hal yang harus kita lakukan dalam menyikapi hal ini adalah mendekati hati masyarakat dengan memberikan penjelasan yang sesuai dengan hasil penelitian dengan halus dan tidak menyinggung perasaan masyarakat dengan mengikuti beberapa kegiatan yang ada di masyarakat tersebut.
Pernyataan Anti PlagiatBerdasarkan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta kami menyadari ancaman pelanggaran plagiat dan kecurangan dalam bentuk etika. Mengetahui hal tersebut yang bertanda tangan dibawah ini:
  1. Anisaul Makarimah     (101311233030)
  2. Baiq Qomariah         (101311233008)
  3. Indah Istiqoma R. P.     (101311233001)
  4. Khaula Ali Badjree     (101311233040)
Dengan pernyataan anti plagiat ini, kami dari kelompok 8 Ilmu Gizi, menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa dalam resume mata kuliah Filsafat Ilmu dalam pertemuan yang kesembilan ini, kami tidak melakukan tindakan plagiat. Apabila di kemudian hari terbukti dan dapat di buktika bahwa dalam resume terdapat ciri-ciri plagiat yang di anggap melanggar aturan maka kami bersedia menerima sanksi akan perbuatan tersebut.
Surabaya, 20 November 2013
Ketua Kelompok 8
Khaula Ali Badjree
Sekretaris                            Bendahara I
Baiq Qamariyah                    Anisaul Makarimah
Bendahara II
Indah Istiqoma Rahayu Putri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar