Jumat, 07 Februari 2014

Tudingan Staf SBY Thdp Adnan Buyung

Staf SBY Tuding Adnan Buyung Jadi Beban Bangsa

Staf SBY Tuding Adnan Buyung Jadi Beban Bangsa
Staf Ahli Presiden Bidang Bantuan Sosial & Bencana Alam, Andi Arief. TEMPO/Prima Mulia
TEMPO.CO, Jakarta - Andi Arief, Staf Khusus Kepresidenan bidang Bantuan Sosial dan Bencana, menuding pengacara senior Adnan Buyung Nasution menjadi beban masalah bangsa ketimbang solusi. Soalnya, menurut dia, Adnan sering menjadi pembela koruptor. ”Menjadi pengacara adalah jalan legal bernegosiasi untuk koruptor,” kata Andi, melalui siaran persnya yang dikirim Jumat dinihari, 7 Februari 2014.

Bahkan, Andi terang-terangan menyebut Adnan menerima bayaran tinggi dari uang para koruptor. Ia mencontohkan sewaktu Adnan menjadi pengacara Sjamsul Nursalim, obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia II. Tak hanya berpengacara, kata Andi, Adnan juga melakukan negosiasi terhadap koruptor BLBI. Yang memprihatinkan, katanya, Adnan lepas tangan dan tak pernah menyesal merekomendasikan pengemplang BLBI tersebut lari meninggalkan Indonesia hingga kini. (Baca: Alasan Adnan Buyung Bela Tersangka Korupsi)Andi melanjutkan, sepak terjang pengacara kondang itu tak berhenti sampai di situ. Dia mencontohkan saat Adnan membela koruptor Gayus H. Tambunan, bekas pegawai pajak, dan Anas Urbaningrum, bekas Ketua Umum Partai Demokrat, yang menjadi tersangka kasus korupsi proyek Hambalang. Terakhir, Adnan membela Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Atut Chosiyah. Wawan merupakan tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Banten. ”Adnan Buyung mati-matian membela sampai hendak membubarkan KPK,” ujar dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar