Kamis, 20 Februari 2014

Lingkungan Hidup2

Kebun Binatang Surabaya Dilarang Menukar Satwa

Kebun Binatang Surabaya Dilarang Menukar Satwa
Sejumlah personil Tim Identifikasi dari Polrestabes Surabaya melakukan olah TKP di kandang Kijang di KBS (13/2). Kematian kijang ini menambah daftar panjang hewan koleksi yang tewas di KBS. TEMPO/Fully Syafi
TEMPO.CO, Surabaya - Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), Ratna Achjuningrum, mengatakan saat ini manajemen KBS baru menerima izin prinsip dari Kementerian Kehutanan. Dengan demikian, KBS tidak dapat melakukan pertukaran satwa.

"Kalau berhubungan dengan kesejahteraan satwa diperbolehkan, asal tidak mengurangi atau menambah jumlah satwa, termasuk pertukaran satwa," kata Ratna kepada wartawan di Balai Kota, Rabu, 19 Februari 2014.

Ratna menjelaskan, izin prinsip merupakan bagian dari tahap pemberian izin konservasi. Manajemen KBS, kata dia, harus melakukan studi lingkungan hidup untuk mendapatkan izin definitif yang merupakan tahap akhir pemberian izin konservasi. "Kami langsung proses syarat itu, tiga bulan ke depan diperkirakan sudah selesai," katanya.

Meski demikian, manajemen KBS telah diberik kewenangan ihwal pengelolaan KBS, terutama untuk kesejahteraan satwa. Rencana kerja sama dengan pihak asing pun dapat segera direalisasikan. Selain itu, manajemen berwenang penuh terhadap kebijakan yang menyangkut karyawan, seperti memecat karyawan yang tidak disiplin atau tidak kompeten. "Kalau dulu tidak bisa, sekarang bisa," ujarnya.

Direksi PDTS KBS menerima izin prinsip dari Direktur Utama Konservasi Keanekaragaman Hayati, Novianto Bambang, di Kementerian Kehutanan, Senin, 17 Februari 2014.

DEWI SUCI RAHAYU 

Berita Lain:
Alasan Risma Tak Pernah Pakai Pengawal Pribadi

Wali Kota Risma Terancam Dicekik dan Dibunuh

Wali Kota Tri Rismaharini Siap Mundur

Wali Kota Risma Bakal Panggil Seluruh Karyawan KBS

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Risiko Gagal Ginjal Pendonor Lebih Rendah
Dibandingkan dengan populasi umum, orang yang mendonorkan ginjalnya ternyata memiliki risiko gagal ginjal lebih rendah pada sisa ginjalnya.
Tempo
Ahok: Penegakan Hukum Lemah, Parkir Liar Marak
2
Tempo
Inilah Ponsel Pintar Tertipis di Dunia
2
Tempo
Soal Iklan, Zuckerberg Sejalan dengan CEO WhatsApp
2
Tempo
Bunga Amerika Bakal Naik, Dolar Kembali Perkasa
2
Tempo
Ganjar Rekomendasikan Bupati Rembang Diberhentikan
4
Tempo
Jalan Brebes-Cirebon Rusak Parah
4
Tempo
Genjot Kredit Mikro, Bank Mutiara Perbanyak Kios
2
Tempo
Korban Geng Motor Bekasi Masih Dirawat di RS Polri
2
Tempo
Emoh Didikte, Indonesia Rancang 10 Senjata Sendiri
2
Tempo
Australia 6 Kali Langgar Batas Perairan Indonesia
6
Tempo
Addie: Pemimpin Baru Peduli Majukan Seni Indonesia
3
Tempo
Truk Kecelakaan di Pakistan, Lima Anak Tewas
2
Tempo
Pembenahan Pasar Cianjur Telan Rp 6,5 Miliar
3
Tempo
Menjelang Pemilu, Rumah DInas Jokowi Disadap
2
Tempo
Bonera: Milan Tak Berdaya Melawan Atletico
2
Yahoo News Indonesia
Addie: Pemimpin Baru Peduli Majukan Seni Indonesia
15
Tempo
Addie: Pemimpin Baru Harus Majukan Seni Indonesia
2
Tempo
Whisnu Klaim DPRD Sudah Kompromi Soal Jalan Tol
3
Tempo
Diguyur Abu Vulkanik Kelud,Petani Apel Batu Merugi
3
Yahoo News Indonesia
Geliat Local Movement di IFW 2014
2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar