Rabu, 05 Februari 2014

Kegiatan di Tahun 2014


POLITIK

SISTIM POLITIK INDONESIA

Sistim Pemilihan Umum di Negara Kesatuan Republik Indonesia di Zaman Lama (Orla) dengan Orde Baru (Orba) hampir sama, yaitu Pemilihan secara serentak memilih DPR RI, DPRD Tk.I dan DPRD Tk. II sehingga pada waktu itu Pemilihan Umum hanya dilaksanakan sekali dalam kurun waktu lima Tahun sesuai dengan Undang- Undang Dasar 1945. Kemudian para Wakil Rakyat yang terpilih dalam Pemilu tersebut mengadakan Sidang untuk memilih Pejabat Eksekutif baik Presiden, Gubernur dan Bupati/ Walikota.
Kemudian setelah Reformasi bergulirsejak Tahun 1998 hingga sekarang sistim pemilu berubah total, yaitu menjadi Pemilu Legislatif (Pileg.), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Kepala Daerah Pilkada Gubernur, Bupati/ Walikota yang kesemuanya dilaksanakan secara langsung dipilih oleh Rakyat, sehingga Rakyat menikmati Pesta Demokrasi secara langsung. Pada waktu itu banyak bermunculan Partai- partai baru untuk menjadi peserta Pemilu tersebut.Setelah digulirkan Pemilu secara langsung baik Pileg., Pilpres maupun Pilkada Gubernur Bupati/ Walikota ternyata hasilnya kurang maksimal karena masyarakat mengalami kejenuhan dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang pelaksanaannya jaraknya terlalu dekat antara Pemilu yang satu dengan lainya, akhirnya masyarakat banyak yang memilih Golongan Putih (Golput), sehingga Golput sejak digulirkannya Pemilu langsung hingga sekarang mencapai 45 % (empat puluh lima persen) dan bertahan sampai sekarang.
Untuk perkembangan selanjutnya dalam mensikapi Golput yang siknifikan tersebut para Tokoh Polit8ik maupun Tokoh masyarakat membuat manuver - manuver Politiknya dengan mengajak untuk kembali ke sistim yang lama yang dialami Orde lama dan Orde Baru tersebut, hal ini kalau terjadi berarti Demikrasi di Indonesia mengalami kemunduran karena kembali kesistim lama yang sudah basi. Ada juga yang menyampaikan wacana- wacana baru  dengan menyampaikan ide- ide barunya yaitu membuat sistim Pemilu yang baru dengan mengadakan Pemilu Dua dalam Lima Tahun secara serentak, yang pertama Pemilu Legislatif (Pileg) kemudian Para Wakil Rakyat yang terpilih dalam Pileg tersebut membuat Undang- Undang atau membuat aturan untuk melaksanakan Pemilu Eksekutif : Pemilu Presiden Gubernur, Bupati dan Walikota secara serentak se Indonesia.
Hal ini tidak mungkin dilaksanakan Masa Pemilu 2014 ini karena waktunya sudah mendesak atau sudah mepet tidak mungkin bisa melaksanakan tahapan2 pemilu tersebut. Harapan Masyarakat Para Wakil Rakyat yang terpilih di Pemilu 2014 nanti harus mau dan mampu membuat Undang- Undang tentang pemilihan Umum Pejabat Eksekutif secara serentak sehingga bisa menghemat anggaran dan menekan angka Golput yang ada.

Rabu, 22 Januari 2014


POLITIK2


PERUBAHAN SISTIM PEMILU, SANGAT DIHARAPKAN
Sistim Pemilihan Umum di Negara Kesatuan Republik Indoneia di Zaman Ode Lama (Orla) dengan Zaman Orde Baru (Orba) hampir sama, yaitu Pemilihan Umum secara serentak memilih DPR RI, DPRD Tk. I dan DPRD Tk. II, sehingga pada waktu itu Pemilihan Umum hanya dilaksanakan sekali dalam kurun waktu lima Tahun. Kemudian para Wakil Rakyat yang terpilih dalam Pemilu tersebut yang memilih Pejabat Eksekutif baik Presiden, Gubernur, Bupati maupun Walikota.
Kemudian Setelah Reformasi Bergulir sejak Tahun 1998 hingga sekarang sistim Pemilu berubah total, yaitu menjadi Pemilu Legialtif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Kada Gubernur dan Walikota/ Bupati yang kesemuanya dilaksanakan secara langsung oleh Masyarakat, sehingga Rakyat menikmati Pesta Demokrasi secara langsung, memilih secara langsung, mencalonkannya pun secara langsung dari Parpol – parpol peserta pemilu yang memenuhi syarat.
Setelah digulirkan Pemilu secara langsung baik Pileg, Pilpres maupun Pilkada Gubernur dan Walikota/ Bupati  ternyata hasilnya tidak maksimal karena masyarakat mengalami kejenuhan dalam Pelaksanaan Pemilu tersebut, sehingga sejak digulirkan Pemilu maupun Pemilu kada secara langsung sampai sekarang Golputnya mencapai angka 45 persen setiap Pemilu berlangsung.
Kemudian banyak maneuver- manuver Politik atau banyak wacana baru yang ingin kembali ke zaman Orde Baru lagi yaitu Pejabat Eksekutif dipilih oleh DPR kembali, kalau atau andai kata itu terjadi berarti Demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran dan Gerakan Reformasi bisa dibilang gagal. 
PEMILU DUA KALI DALAM LIMA TAHUN SECARA SERENTAK AKAN EFEKTIF DAN EFISIEN.
Untuk menghemat Cost atau biaya Pemilu yang tinggi, menghilangkan kejenuhan masyarakat tentang Pemilu serta untuk menekan angka Golput dalam setiap Pemilu, maka solusinya adalah mengadakan perubahan sistim Pemilu lagi agar Pelaksanaan Pemilu lebih efektif dan efisien, yaitu dengan mengadakan Pemilu Dua Kali secara serentak dan dilaksanakan secara langsung. Yang pertama Pemilu Legislatif (Pileg) secara langsung, kemudian para Wakil Rakyat yang terpilih membuat Undang- undang tentang Pemilihan Presiden Pemilu Kada Bupati/ Walikota di Tahun berikutnya. Hal ini tentunya tidak mungkin untuk dilaksanakan sekarang karena sudah sangat mepet waktunya.
Kami berharap agar para Wakil Rakyat yang terpilih di Pileg 2014 nanti harus mau dan mampu membuat Undang- undang tentang Pemilu Dua Kali secara serentak untudiberlakukan di masa Pemilu lima Tahun mendatang atau tepatnya di masa Pemilu
Tahun 2019 mendatang tentunya harus  bekerjasama dengan Pemerintah atau dengan Presiden terpilih, untuk mengatur masa transisional, karena nanti pasti akan terjadi masa transisi dan ada Pihak Pejabat Eksekutif yang diuntungkan dan juga ada yang dirugikan, Yang mengalami perpanjangan karena nunggu masa Pemilu marasa diuntungkan sebaliknya yang mengalami percepatan ada Pemilu Serentak dia merasa dirugikan. Nah untuk mengatur yang Perpanjangan dan percepatan itulah perlu kerja sama antara DPR dan Presiden dalam membuat Undang- undang Pemilu Dua Kali Serenta tersebut sehingga semua pihak bisa menerima dengan lapang dada atau dalam bahasa jawa bisa menerima dengan legowo.
 


POLITIKI

 PERUBAHAN SISTIM PEMILU SANGAT DIHARAPKAN

Sisitim Pemilihan Umum di Negara Kesatuan Republik Indonesia di Zaman Orde Lama (Orla) dengan Zaman Orde Baru (Orba) hampir sama, yaitu Pemilihan Umum secara serentak memilih DPR RI, DPRD Tk. I, dan DPRD Tk. II sehingga pada waktu itu Pemilihan Umum hanya dilaksanakan satu kali dalam kurun waktu lima tahun. Kemudian para Wakil Rakyat yang terpilih dalam pemilu tersebut memilih Pejabat Eksekutif, Presiden, Gubernur, Bupati / Walikota.
Kemudian setelah Reformasi Bergulir sejak Tahun 1998 hingga sekarang sistim Pemilu tersebut berubah total, yaitu menjadi Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Kada Gubernur, Bupati/ Walikota dan pelaksanaannya secara langsung dipilih oleh Rakyat, sehingga Rakyat bisa menikmati Pesta Demokrasi Secara Langsung, Mencalonkan secara langsung melalui kendaraan politiknya, memilih secara langsung dan menerima dampaknya pun secara langsung baik dampak yang positif maupun yang negatif.
Setelah digulirkan Pemilu secara langsung baik Pileg, Pilpres maupun Pemilu Kada Gubernur, Bupati/ Walikota ternyata hasilnya kurang maksimal karena masyarakat mengalami kejenuhan dalam pelaksanaan Pemilu tersebut, sehingga sejak digulirkan sistim Pemilu secara langsung baik Pileg, Pilpres maupun Pemilu Kada Gubernur, Bupati / Walikota sejak Pemilu Tahun 1999 hingga sekarang masyarakat banyak yang memilih Golput alias tidak memilih yang jumlahnya cukup seknipikan sejak Tahun 1999 sekarang Golputnya mencapai 45 % ( empat puluh lima persen).
Kemudian dari para Tokoh masyarakat maupun Tokoh Politik menyampikan  manuver- manuver Politik dan juga menyampaikan wacana - wacana baru  untuk menghilakna kejenuhan dan memperkecil jumlah Golput tersebut dengan mengajak ke sistim lama yaitu sistim yang dilaksanakan di Zaman Orde Baru lagi, kalu itu terjadi maka Sistim Demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran dan Gerakan Reformasi bisa dibilang gagal dan itu tidak dinginkan di Negeri ini.
PEMILU DUA KALI DALAM LIMA TAHUN SECARA SERENTAK 
AKAN LEBIH EFEKTIF DAN EFISIEN

Untuk menghemat biaya atau Cost Pemilu yang saat ini dinilai sangat tinggi, menghilangkan Kejenuhan masyarakat tentang Pemilu serta untuk menekan angka Golput yang sampai saat ini bertahan di kisaran angka 45 % (empat puluh lima persen) di setiap Pemilu Pilpres dan Pilkada serta agar pelaksanaan Pemilu bisa lebih efektif dan efisien maka solusinya adalah mengadakan perubahan sistim Pemilu lagi, yaitu dengan mengadakan Pemilu 2 kali dalam lima Tahun Secara Serentak dan dilaksanakan secara langsung oleh Rakyat. Yang pertama Pemilu Legealatif  (Pileg) )secara langsung, Rakyat memiluh wakilya secara langsung, kemudian para Wakil Rakyat yang terpilih membuat Undang - undang tentang Pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), Pmelu Kada Gubernur, Bupati/ Walikota secara langsung di Tahun berikutnya. Hal ini tentunya tidak mungkin dilaksanakan sekarang karena waktunya sudah mepet dan mendesak.
Masyarakat berharap agar para Wakil Rakyat yang terpilih di Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 harus mau dan mampu membuat Undang- undang tentang Pemilu Dua kali dalam Lima Tahun secara serenkat dan secara langsung oleh rakyat untuk pelaksanaan Pemilu masa Pemilu 2019 dan seterusnya. Tentunya harus bekerja sama dengan Pemerintah atau dengan Presiden terpilih untuk mengatur masa transisional yang akan terjadi nantinya apabila Undang - undang tersebut diberlakukan.
Kalau Undang- undang tersebut berhasil dibuat dan diberlakukan akan terjadi masa transisi secara Nasional di kalangan Pejabat Eksekutif, ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Yang mendapat perpanjangan masa Jabatannya karena menunggu masa Pemilu merasa diuntungkan dan yang mengalami Percepatan Masa Jabatannya karena segera diadakan Pemilu Pejabat Eksekutif secara serentak mereka merasa dirugikan. Nah untuk mengatur yang perpanjangan dan percepatan itulah perlu adanya kerjasama antara DPR dan Presiden dan membuat Undang- undang "PEMILU DUA KALI DALAM LIMA TAHUN SECARA SERENTAK DAN SECARA LANGSUNG" sehingga yang terkena dampak masing -masing bisa menerima dengan lapang dada atau dalam istilah jawa bisa menerima dengan legowo.

Selasa, 04 Juni 2013


Etika Berpolitik


 Apakah Bangsa Indonesia ini Sudah Beretika Olitik ?

Esensi politik selalu berorientasi pada kekuasaan, baik di bidang legislatif maupun eksekutif. Perolehan kekuasaan atau berpolitik dalam negara demokratis sepatutnya tidak permisif (membolehkan segala cara) atau tidak  machievelis (menghalalkan segala cara). Berpolitik harus sesuai dan memperhatikan nilai-nilai yg dirumuskan secara formal dalam aturan hukum juga terhadap nilai-nilai yg hidup dalam masyarakat termasuk nilai etika, dengan demikian apa yg tidak diatur dalam peraturan/hukum (tertulis) bukan berarti boleh dilakukan, tapi harus menyesuaikan dengan etika, kalau secara etik tidak patut/tidak boleh dilakukan tentu harus dihindari. Tujuan etika politik adalah mengarahkan ke hidup baik, bersama dan untuk orang lain, dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang adil (Paul Ricoeur, 1990)
Berpolitik secara etis menunjukan yang bersangkutan seorang politikus yg civilized (beradab) dan humanis (berpegang pd nilai-nilai kemanusiaan). Kesadaran beretika dipengaruhi oleh faktor pendidikan, watak kepribadian, lingkungan, dan tujuan, dari seseorang. Saat seseorang memutuskan atau menentukan pilihan bahwa akan menjadi politisi harus paham dan menyadari fungsi politisi dan partai politik serta tujuan untuk menjadi wakil rakyat ataupun sebagai kepala pemerintahan. Pengertian wakil rakyat/kepala pemerintahan harus dipahami benar bahwa dipilih dan dibayar oleh uang rakyat untuk mewakili dan menata  kepentingan rakyat bukan mengedapankan keuntungan pribadi, keluarga dan kelompoknya.
Politisi kita diharapkan lebih mempunyai empati, bijaksana, konsisten pada kebenaran, bukan melakukan “pembenaran”. Etika politik memiliki tujuan menjelaskan mana tingkah laku politik yang baik dan sebaliknya. Standard baik dalam konteks politik adalah bagaimana politik diarahkan untuk memajukan kepentingan umum, penghormatan terhadap kemanusiaan dan keadilan. Mengutamakan prinsip-prinsp :  “memihak” kepentingan lebih luas, kesadaran akan pentingnya akuntabilitas, transparansi dan soladiritas, rasional menimbang secara seksama atas manfaat dan biaya dari sebuah tindakan ataupun kebijakan dalam rangka kepentingan umum.
Pada masa reformasi yang serba bebas, terjadi kemunduran etika politik salah satunya adalah sikap pragmatisme dalam perilaku politik yang hanya mementingkan kelompoknya saja. Kepentingan bangsa, menurut mereka bisa dibangun hanya melalui kelompoknya. Dan masing-masing kelompok berpikir demikian. Betapa memprihatinkan dan mengecewakan ketika demokrasi yang kita rasakan dibangun dengan cara manipulatif dan penuh rekayasa untuk menjatuhkan lawan. Karena yang saat ini terjadi mayoritas menjadi politisi bagian dari keterpaksaan karena tidak bekerja atau sekedar mode (ikut ikutan) bukan sebagai panggilan hati dengan tujuan mulia memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi lebih baik.  Jika seseorang menjadi politisi karena keterpaksaan dan untuk mendapatkan keuntungan  ekonomis (uang), maka  rasa malu dan merasa bersalah bisa dengan mudah diabaikan.
Money politics  atau memaksakan kehendak dengan iming-iming adalah contoh berpolitik yg uncivilized (tidak beradab), merendahkan martabat kemanusiaan maka money politic adalah tindakan yg tidak sesuai dengan etika/fatsun dalam berpolitik. Berpoliitik pada dasarnya sbg perwujudan kehendak bebas (untuk memilih) dengan mendasarkan pd nilai-nilai perjuangan yg terstruktur sebagai ideologi. Masyarakat hanya disuguhi hal yang menyenangkan dan bersifat indrawi belaka. Artinya hanya diberi harapan tanpa realisasi. Inilah yang membuat publik terajari agar menerapkan orientasi hidup untuk mencari gampangnya saja.
Ketidakjelasan secara etis berbagai tindakan politik di negeri ini membuat keadaban publik saat ini mengalami kerusakan. Pelanggaran Etika Politik bukan saja money politic yang  memberi uang/barang untuk masyarakat pemilih namun juga dalam mengiming-iming atau membeli caleg yang instan tanpa kaderisasi perekutan yang tepat, layak, siap dan kuat, juga termasuk menyebarkan berita yang tidak benar alias fitnah, memutarbalikkan fakta, menyinggung SARA, serakah kekuasaan, dsb.....
Apakah kondisi bangsa Indonesia saat ini ber etika politik ??? 
Masyarakat harus sudah mulai menyadari bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara  mayoritas diatur oleh politisi melalui Partai Politik, maka kita harus mulai mengamati, mengawasi, mengkritisi dan memberi sanksi pada yang telah melanggar etika politik. Memberi sanksi social dengan cara mengingatkan masyarakat memilih politikus yg beretika (bermoral) dan meninggalkan politikus busuk ( yg tak bermoral). Masih ada waktu untuk mengenali para politisi dan partai politik agar tidak kecewa untuk kesekian kali, karena tidak salah pilih dan tidak golput.

Rabu, 22 Mei 2013


Makanan Sehat






Makanan yang Bisa Menjadikan Anda Raja Bercinta

Makanan tidak hanya berfungsi sebagai pengganjal rasa lapar, namun juga berfungsi sebagai sumber zat gizi kehidupan seksual Anda.
Inilah-Makanan-yang-Akan-Menjadikan-Anda-Raja-Bercinta Di sekitar Anda banyak sekali makanan yang memiliki potensi untuk meningkatkan libido dan kemampuan seksual, sehingga mulai dikenal istilah aphrodisiac food, yang berasal dari bahasa Yunani (Aphrodite: dewi seks dan cinta), yang bermakna segala jenis makanan atau zat tertentu yang dapat menimbulkan dan meningkatkan gairah seksual.
Salah satu aphrodisiac food yang sangat terkenal dan sudah mendunia khasiatnya sejak ribuan tahun yang lalu adalah ginseng, yang termasuk dalam keluarga Araliacae. Biasanya untuk keperluan medis, bagian ginseng yang difungsikan adalah bagian akarnya.
Zat aktif yang terdapat dalam ginseng adalah ginsenosida, sebuah zat yang mempengaruhi jalur hipotalamus-hipofisis di dalam otak untuk menyeimbangkan produksi adrenal corticotropic hormone (ACTH).
ACTH ini memiliki kemampuan untuk terikat pada sel otak dan mempengaruhi proses yang berkaitan dengan kondisi psikis seperti motivasi, vitalitas, dan gairah seksual yang memuncak.
Beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi akar kering ginseng 1-2 gr/hari dapat memunculkan efek yang diinginkan.
Aphrodisiac lainnya adalah oyster. Oyster termasuk dalam kerang-kerangan dengan cangkang berkapur dan relatif pipih. Makanan ini banyak mengandung zinc, zat besi, selenium, vitamin A, dan vitmain B 12. Masyarakat tradisional biasa mengonsumsi osyter dalam keadaan mentah untuk mendapatkan khasiat terbaiknya.
Namun, jika Anda ingin mengonsumsinya dalam keadaan bersih dan higienis sebaiknya Anda memasaknya terlabih dulu.
Beberapa penelitian di Amerika Serikat dan Italia menunjukkan bahwa oyster dapat meningkatkan kadar hormon seks yang mengonsumsinya. Kandungan zinc pada oyster diklaim dapat meningkatkan produksi hormon testosteron, hormon yang berperan penting dalam meningkatkan gairah seksual dan kesuburan pria.
Selain ginseng dan oyster, ada pula buah-buahan yang dimasukkan dalam kategori aphrodisiac food. Sebut saja semangka, buah yang memiliki kesegaran luar biasa ini ternyata juga memiliki efek dalam meningkatkan gairah seksual. Penelitian menyebutkan bahwa buah semangka diperkaya dengan sitrulin yang dapat meningkatkan kadar nitric oxide.
Nitric oxide memiliki fungsi membesarkan diameter pembuluh darah vena, termasuk pembuluh darah di alat reproduksi sehingga dapat merangsang terjadinya ereksi dan terhindar dari impotensi.
Ada juga ekstrak yohimbe, sebuah tanaman dengan nama latin Pausinystalia yohimbe, yang banyak tumbuh di Afrika dan sering digunakan masyarakat tradisional Afrika untuk meningkatkan kemampuan seksual mereka.
Ekstrak yohimbe bekerja pada otot halus alat reproduksi pria dan pada susunan saraf pusat dengan mensekresikan zat yang disebut dopamin dan noradrenaline sehingga dapat meningkatkan gairah seksual.
Dan yang terakhir adalah Dark chocolate. Dark chocolate mengandung sejumlah senyawa anandamide dan phenylethylamine atau biasa disebut “zat kimia cinta”, yang dapat melepaskan dopamin (zat yang menimbulkan rasa senang dan bahagia) di otak. Dark chocolate juga mengandung tryptophan, sebuah komponen kunci dari serotonin neurotransmitter yang menciptakan perasaan bahagia dan relaksasi setelah usai bercinta. (dan)

Dokumen Kegiatan

Dokumen Kegiatan 

Rapat Musyawarah Rencana Pembangunan di Wilayah Kecamatan Asemrowo pada tanggal4 Pebruari 2013, yang di hadiri para Ketua Rukun Warga (RW), para Ketua Lembaga KetahanMasyarakat Kelurahan, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ibu-ibu Kader PKK, dan Kader Lingkungansekecamatan Asemrowo Kota Surabaya.
Dari Pemerintah Kota Surabaya yang hadir adalah Semua SKPD terkait dengan Pelaksanaan Proyek yang ada di Kota Saurabay, diantaranya dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yang saat ini sedang memberikan Sambutan atau Penjelasan mengenai Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan bagi warga masyarakat Surabaya anggota Jamkesmas, Jamkesda dan Jamkesmas Non Kuota yang di Kota Surabaya. Hadir juga dalam Rapat Musrenbang Kecamatan Asemrowo tersebut dalah Kasi Pembanguna nKecamatan Asemrowo, dari Dinas Perhubungan, Dinas Kebersihan Pemakaman , Dinas Pemadam Kebakaran , Dinas Pendidikan, Dinas PU Binamarga dan Dinas- Dinas Lainnya yang terkait dengan Pelaksanaan Pembangunan di Kota Surabaya yang sedang berusaha untuk mensejahterakan masyarakatnya.
Disamping merencakan Pemabnguna nFisik dalam Musrenbang tersebut juga merencanakan Pembangunan Non Fisik, contohnya Rencana Mengadakan Pelatihan- pelatihan untuk warga Miskin, Pelatihan Menyulam, Merias Manten Hendycrap, Pelatihan Mengemudi dan lain sebagainya.
Para peserta Musrenbang yang hadir  di Kantor Kecamatan Asemrowo ini semua memperhatikan usulan- usulan yang ia sampaikan, apakah ada revisi atau tidak. Seperti yang tampak dalam gambar foto disebelah kanan atas , ini fotonya Kasi Pembangunan Kelurahan Asemrowo, Ketua LKMK Kelurahan Asemrowo, Ketua LKMK Kelurahan Genting, Ketua  LKMK Kelurahan Greges, Ketua RW I dan Ketua RW V Kelurahan Asemrowo sedang memperhatikan perubahan data yang di Kerjakan oleh Kasi Pembangunan Kelurahan Asemrowo.


Untuk Usulan- usulan kegiatan Non Fisik seperti Pelatihan, Pengadaan Perpustakaan atau Taman Baca, Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) termasuk juga mengenai Kesejahteraan Bunda Paud Guru Ngaji, dan lain sebagainya dikoordinatori oleh Ibu Nanik Kristiani selaki PPATK Kecamatan Asemrowo.

Seperti yangterlihat di Gambar Foto disamping ini tampak Ibu Nanik berkordinasi dengan Petugas dari Dinas Sosial Kota Surabaya terkait dengan kegiatan- kegiatan Pelatihan yang yang dibutuhkan oleh warga masyarakat sekecamatan Asemrowo.\
 Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Kecamatan Asemrowo Tahun 2013 yang hadir cukup banyak, baik dari Peserta dari Tokoh masyarakat maupun Undangan dari SKPD terkain yang hadir cukup banyak sehingga semua usulan bisa terkaver karena semua SKPD yang diperlukan ada dalam acara rapat tersebut. Usulan-usulan yang dibahs dalam Musrenbang Tahun 2013 ini akan dikerjakan Tahun 2014 yang akan datang sehingga perlu pembahasan yang matang dan dan harus teliti dalam mengusulakn proyek baik fisik maupun non fisik, terutama usulan non fisik karena trkait langsung dengan kesejahteran Rakyat jadi harus banyakpertimbangan


Harapan dari masyarakat melalui para Tokohnya yang ikut Rapat Musrenbang di Kantor Kecamatan Asemrowo ialah semua masyarakat berharap agar semua usulan itu bisa realisasi sesuai rencana yang telah disepakati bersama dan sesuai jatah kuota Anggaran yang disediakan untuk pembangunan di Wilayah Kelurahan Asemrowo Kota Saurabaya.
Termasuk juga usulan terkait dengan sarana dan prasarana kegiatan olah raga yang ada dimasyarakat, karena hampir semua warga  yang ada di RW- RW itu ada persatuan atau kelompok - kelompok olahraga, baik Bulu Tangkis, Tenes Meja, Bola Voly, Catur ,Futsal dan lain- lainnya yang itu semua harus ditunjang perlatan dari Pemerintah kota Surabaya sehingga budaya oloah raga ini bisa berjalan dan bisa tumbuh dengan subur. Semoga Musrenbang Tahun 2013 ini bermanfaat bagi kita semua amin yaa Robbal a'lamin.

KEGIATAN PENDATAAN PMKS
(Pelatihan Membuat Susu dan Pudding dari Jagung)
 di Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya.

Pada Tanggal 29 Nopember 2012 di Kantor Kecamatan asemrowo diadakan Pelatihan Pembuatan Susu dan Pudding dar bahan baku Jagung yang diikuti oleh Ibu- ibu Kader PKK dilingkungan Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya. Tampak dalam gambar foto disampi ini Ketua PMKS Kecamatan Asemrowo telah memberi sambutan pada acara Pelatihan tersebut.

Pelaksana Program Pelatihan tersebut ialah Disas Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berenacana Kota Surabaya. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan untuk mengentas Kemiskinan yang ada di Kota Surabaya. Untuk meningkatkan Perekonomian, meningkatkan Ketrampilan dan meningkatkan pendapatan warga masyarakat Kota Surabaya.  

 Para peserta Pelatihan antusias mendengarkan ceramah materi Pelatihan yang disampaikan oleh Nara Sumber  Para peserta sangat mengharapkan sekali agar setelah pelatihan ini mereka bisa memiliki pengalam dan ilmu baru yaitu membuat Susu dan Pudding dan bahan baku jagung untuk kesejahteraan mereka. 
Pelatihan Membuat Susu dan Pudding di kecamatan Asemrowo ini disamping diikuti para kader juga diikuti oleh nasyarakat Miskin yang ada di Kelurahan - Kelurahan di wilayah kecamatan Asemrowo  Kota Saurabaya. 

Tentunya harapan Pemerintah Kota Surabaya melalui Pelatihan ini masyarakat Kota Surabaya bisa meningkatkan pendapatan dan bisa mengurangi kemiskinan sehingga masyarakat Kecamatan Asemrowo bisa lebih sejahteran dan lebih mandiri dibidang peningkatan pendapatannnya.

Dalam Pelatihan tersebut juga dusediakan Piagam Pelatihan bagi Ibu- ibu yang mengikuti Materi Pelatihan mulai awal hingga selesai, tampak secara simbolis Kordinator Pelaksana Kegiatan PelTIn Menyerahkan Piagam secara simbolis kepada Peserta Pelatihan, dan setelah acara  pelatihan selesai semua peserta akan menerima piagam yang sama.

Kemudian setelah menerima materi pelatihan secara lengkap mulai awal pelatihan hingga menjelang akhir pelatihan, para peserta pelatihan diharuskan untuk mengikuti materi praktek tentang pembuatan susu dan pudding dari bahan baku jagung tersebut, sehingga setelah pulang kerumah masing- masing para peserta pelatihan bisa mempraktekan hasil pelatihan dimaksuddan bisa dikembang ke Ibu- ibu yang lain yang tidak sempat mengikuti pelatihan saat ini.

Tampak gambar dalam foto disamping ini Ibu- ibu pesrta pelathan sedang mengikuti praktek hasil pelatihan yang didapat yaitu membuat susu dan pudding dari bahan baku jagung, Ibu- ibu kelihatan kerja sama bahu membahu mereka bekerja bersama dengan tujuan yang san yaitu membuat susu dan pudding dari jagung. 
Diantara Ibu- ibu ada yang asik mengaduk adunan dengan serius, ada juga ibu - ibu yang menyiapkan gelas untuk tempat susu atau pudding yang sedang dimasak dan ada juga Ibu- ibu yang gak sabar menunggu ingin segera mencicipi nikmatnya rasa susu dan pudding yang bahan bakunya dari jagung tersebut. Seperti Ibu yang berkerung putih ini nampak sangat menunggu- nuggu ingin segera mencicipi nikmatnya rasa susu dan pudding tersebut dan Ibu yang berkerudung oranye kelihatan sibuk untuk menyiapkan gelas- gelas untuk tempat susu atau pudding yang sedang dimasak serta Ibu yang pakai kaos Merah kecoklatan itu kelihatan seyum- seyum saja melihat temannya sibuk mengaduk bahkan tangan dikunci rapat- rapat tidak digerakan sama sekali karena terharu melihat temannya bisa membuat susu dan pudding tersebut.

Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi Ibu- ibu peserta palatihan dan bermanfaat bagi seluruh warga Kecamatan Asemrowo yang lainnya, karena bagi Ibu -ibu yang saat ini mengikuti Pelatihan di Kecamatan Asemrowo ini punya tanggung jawab untuk mengembangkan ilmunya ke warga masyarakat yang lain yang saat inibelum sempat mengikuti pelatihan ini. Semoga berhasil Amin yaa Robbal a'lamin.








Perbaikan Jembatan Tambak Langon

Perbaikan Jembatan Tambak Langon

Perbaikan Jalan Tambak Langon sudah dimulai sejak awal Tahun 2012, namun sampai saat ini pelaksaan proyek tersebut belum juga selesai . Sampai saat ini baru sisi utara yang selasai dikerjakan, sedangkan jalan tersebut merupakan jalan arah nluar kota yang tentunya volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut cukum ramai. Jalan tersebut sehari-hari padat dengan kendaraan yang akan menuju terminal tambak oso wilangun dan menuju Kota Gresik karena tidak ada alternatif jalan lain untuk menuju terminal dan Kota tersebut, sehingga mau tidak mau pengandara harus sabar menunggu giliran melintas yang diatur oleh warga sekitar. Warga masyarakat sekitar proyyek Jembatan tersebut memasang portal di sisi barat dan sisi timur dengan sistim buka tutup bergantian untuk mengatur arus lalu lintas tersebut.

Dari Surabaya untuk menuju Kota Gresi, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro sampai saat ini ada jalan alternatif, sehingga mau tidak mau ya harus lewat jalan yang diperbaiki tersebut. Untuknya warga sekitar juga mau peduli untuk mengatunya walaupun pengandara dimintai sumbangan sukarela untuk operasionalnya mereka. Setiap Petugas dari Polantas P0lres Tabes Surabaya juga berjaga- jaga disekitar Proyek tersebut untuk memberikan pengamanan dan untuk melancarkan arus lalulintas yang di wilayah tersebut. Volume Kendaraan yang melintas di Jalan tersebut memang sangat padat sekali, baik roda dua  maupun roda empat sehingga perlu pengaturan dan pengamanan yang sangat ekstra ketat juga sehingga tidak menimbulkan masalah dan tidak mengakibatkan terjadinya hal- hal yang tidak kita inginkan.

Mengingat jalan menuju ke Terminak Tambak Osowilangon dan menuju Kota Gresik tersebut merupakan jalan tunggal dan tidak ada alternatifnya, maka kami warga Kota Surabaya mohon dengan hormat agar pengerjaan Jembatan tersebut bisa dipercepat dan bisa diselesaikan dengan baik sehingga arus lalulintas bisa normal kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar